Orange Bali Retail

Antara Bondan Winarno & Tukul Arwana


Apa yang menarik dari 2 pria yang sama-sama berasal dari semarang ini? Keduanya sama-sama digemari! Setuju kan?

Bondan Winarno, mantan wartawan dengan sejuta talen dan pengalaman. Pertama kali bersentuhan dengan pak Bon [kaya james bond] sewaktu masih kerja di radio. Tiap kali browsing ujung-ujungnya nyantol di kolom plesir & makan [jalansutra] kompas.com. Membaca tulisan beliau sangat menyenangkan, kita dibawa mengenali setiap masakan yang dia sajikan dengan cara bertutur lewat tulisan. Pokoknya pengetahuan bapak satu ini tentang kuliner tidak ada duanya.

Sementara si Tukul, pelawak yang sekarang ini bisa jadi mendapat label baru, seorang entertainer, begitu menyita perhatian pertama kali menyaksikan empat mata. Padahal saat itu acara tukul bersaing dengan acara om farhan yang notabene juga banyak digemari. Lha dhalah…kok ya Tukul dengan 4 matanya semakin meroket kelangit. Tua-muda menjadi gemar berucap ‘tak sobek-sobek mulutmu!”. Termasuk saya dengan suami yang sering bilang “puas,puas,puas”.

Keduanya memang sama-sama menyita perhatian. Yang satu membuka mata kita akan kekayaan kuliner bangsa Indonesia. Sampai-sampai semua latah mengucapkan Mak nyoss [padahal ini trade marknya Umar Kayam lho]. Bondan menjadi sosok host yang setia dinantikan oleh penggemarnya, tidak hanya mereka yang suka masak, tapi juga ditunggu yang suka makan termasuk saya. Bondan membawa kita kembali ke urusan makan tidak perlu bersusah-susah dengan table manner, toh kita di Indonesia. Bondan sering dengan cueknya menjilat jempol atau telunjuknya ketika makan ada saos yang nempel. Manusiawi sekali! Saya dan mungkin penonton yang lain merasa diajak dan diingatkan bahwa semua makanan enak, kalo ada yang kurang bahkan tidak enak itu berarti kecelakaan! Sekali lagi manusiawi toh, lha wong saya sendiri cuman bisa masak tumis-tumisan, tom yam kung, nasgor, dan migor…..secara saya memang bukan koki gitu lho! he he he he he he

Hampir lupa, Tukul juga menyita perhatian kita, karena dia bukan sekedar membuat lelucon, dia juga menertawakan dirinya, menjadikan dirinya bahan tertawaan. Ini kan susah. Coba ngaca pernah tidak kita menertawakan kekeliruan atau kekonyolan yang kita lakukan? Mungkin yang sering kita lakukan hanyalah menertawakan kekeliruan orang lain dan terbahak-bahak melihat kekonyolan orang lain tanpa berusaha membuat mereka tidak keliru dan konyol lagi di lain waktu.

Maju terus pak Bon! Gila terus Om Tukul!!

diculik dari http://ayunita.multiply.com/journal/item/48

Janji Sutiyoso Kepada Tukul Bila Ia Terpilih Menjadi Presiden


Pernah beberapa episode yang lalu Sutiyoso bersama sang istri melakukan kunjungan politik ke Empat Mata untuk melobi dan meminta doa restu Mas Tukul untuk mencalonkan diri menjadi presiden Republik Indonesia pada pemilu 2009, sebagai mantan komandan Mas Tukul dulu, tentu saja Sutiyoso sangat bangga dengan pencapaian yang dilakukan Mas Tukul, karena dianggap berpengaruh tentunya Sutiyoso mengadakan pendekatan kepada Mas Tukul untuk mendukung pencalonannya itu, ia pun menjanjikan posisi yang strategis untuk Mas Tukul sesuai dengan kepribadian Mas Tukul, maksudnya apa yang dimiliki Mas Tukul secara pribadi, ia akan menjadikan Mas Tukul Menteri Perternakan karena berdasarkan nama Tukul Arwana, ia akan mengurusi 6 hewan yang harus diternakan:

T = tokek
U = ular
K = kodok
U = unta
L = laler
dan Arwana

untuk itu marilah wong ndeso semua dukung Sutiyoso menjadi Presiden RI 2009, mungkin nanti kabinetnya dinamakan Kabinet Katro Bersatu… puassss!!!!

Tukul jadi suami Wulan Guritno yang pernah melorot di acara empat mata


JAKARTA- Sebuah layar lebar bergenre komedi romantis berjudul Otomatis Romantis sebentar lagi akan memasuki proses produksi. Beberapa bintang dilibatkan dalam film arahan sutradara Guntur Suharyanto dan naskahnya ditulis Monty Tiwa itu.
Antara lain, Tora Sudiro, Marsha Timothy, Wulan Guritno, Dwi Sasono, dan Poppy Sovia. Di film yang syutingnya dimulai pada 15 hingga 30 September 2007 itu, comedian Tukul Arwana juga akan memulai debut aktingnya di layar lebar. Film produksi ISI Production itu dijadwalkan rilis 18 Oktober tahun depan.

Otomatis Romantis bercerita tentang Nadia (Marsha Timothy), wanita cantik yang sukses dalam karir namun tidak dalam pasangan hidup. Pria yang akhirnya berhasil menyentuh hatinya adalah seorang lugu bernama Bambang (Tora Sudiro), yang tidak lain adalah karyawan di kantornya.

Namun Nadia kesulitan untuk mengungkapkan rasa cintanya terhadap Bambang yang selalu menganggap Nadia adalah atasan yang harus dihormati. Gelagat tersebut diketahui oleh kakak Nadia, Nabila (Wulan Guritno), yang sepenuhnya mendukung sang adik. Tapi, Nabila khawatir Bambang tipe pria yang sama dengan Dave (Tukul Arwana), suami Nabila. Dave awalnya juga lugu, namun karena dukungan Nabila, dia kaya mendadak dan kini menjadi sombong.

Bagi Wulan, dirinya dan Tukul bisa jadi pasangan yang berkesinambungan. ”Mas Tukul dari komedi, saya biasa main drama. Jadi bisa saling ngasih tahu. Akhirnya masing-masing punya ilmu baru,” kata Wulan dalam jumpa pers di Senayan, Jakarta, kemarin (12/9).

Meski baru pertama kali, Tukul optimistis, layar lebar bukan lahan yang sulit untuk dirambah. ”Saya seniman. Sebelumnya juga sering main di drama komedi,” papar host variety talk show Empat Mata itu. ”Ada satu keuntungan dengan adanya Mas Tukul di sini. Syuting di bulan puasa akan lebih segar dengan banyolan dari dia,” tambah Wulan. (rie)

sumber : http://www.sapos.co.id

[Empat Mata] Dulu Melecehkan Wanita, Sekarang Malah Hewan


Semalam (Sabtu 2 Juni 2007 21.00 WIB) Wong nDeso Tukul Arwana merayakan HUT acara talk show komedi Empat Mata yang Pertama. Acara kali ini dikemas sedikit lebih istimewa dengan dua panggung, satu panggung untuk bincang-bincang dan satu panggung lagi untuk nyanyi.

Kenyataannya acara ini malah (menurut saya looh) tidaklah terlalu istimewa. Bintang tamunya ga banyak, melulu yang diinterpiu cuma Luna Maya dan Tamara Blezynski dan belakangan Agnes Monica.

Kalau Luna Maya mah bagus adanya *halah* biar ga bersaput kosmetik nan menor, tapi sensualitasnya terjaga dan gaya stereotipnya tidak hilang, tetap Luna Maya yang saya kenal *halah* kecuali pas keceplosan nerjemahin bahasa Bali uluk-uluk dgn kata "anj**ng!" yg berkonotasi ngatain Tukul *sayang wajah semengkilat itu ngomongnya ga dijaga sih :(*

Sementara Tamara? Jawaban2nya jayus semuah! Orang ini sudah habis masa edarnya kali ya, gitu aja masih jaim. Agnes masih lebih istimewa daripada Tamara malahan.

Komeng? Saya tahu orang ini cari makan dengan mengejek orang lain, tapi guyonannya semalam benar-benar out of his league. Cuma itu yang bisa saya komentari dari pelawak yang jarang bisa bikin saya tersenyum, apalagi ketawa, ini.

Nah bintang tamu yang paling saya iba justru si kera yang dikerangkeng! Sudah dikurung di kandang sebegitu sempitnya, masih dirantai pula lehernya. Apa coba maksudnya? Kalau takut sama kera, ya sudah jangan pakai hewan hidup. Selain jadinya malah jayus, juga sama sekali tidak berperikebinatangan. Mending kalau ada pawangnya, ini diperlakukan seperti barang aja, terutama saat Pepy kasih makan dan Komeng muter2in itu kandang.

Yang lebih tragis lagi, tidak ada disclaimer a la film-film Holywood yang menggunakan tokoh hewan, yang menyatakan bahwa penggunaan hewan di acara tersebut telah melalui pendampingan dari ahli/pawangnya dan pengawasan dari lembaga yang berwenang (seperti PETA/People for the Ethical Treatment of Animals di Amerika Serikat) dan juga menyatakan bahwa tidak ada hewan yang disakiti (abuse) selama prioses produksi acara tersebut. None! Zip! Tidak ada sama sekali. Untung hukum di negara ini tidaklah segalak di negara maju, tapi sayang di sayang acara sepopuler Empat Mata tidak luput dari keteledoran seperti di atas.

Satu bintang, secara ga ada nol bintang, dan itu pun untuk Luna Maya seorang *halah gubrakz*

gambar dari situs resmi trans7 dan Majalah Sobek

©ciput 2007 all rights reserved.
http://ciput.multiply.com

Tiga Rekening Bank Tukul


Dulu... Jujur saja, aku sedih. Yang membuatku tambah sedih, istriku sedang hamil. Selain itu, sebentar lagi Lebaran. Sebelumnya aku berharap, bila masih di Srimulat, aku akan dapat THR. Di saat itu, angin segar sedikit berembus. Aku dapat tawaran tampil di Ludruk Glamor SCTV. Lama-lama aku semakin menemukan jalan untuk terus dapat pekerjaan.

Aku semakin bersemangat cari uang setelah anakku lahir tahun 1999. Demi mendapatkan penghasilan, tawaran apa saja dan di mana saja kuterima. Sayang, ketika Novi lahir, aku tidak di Jakarta. Saat itu, aku sedang mengisi acara di Sumatera. Dari honor yang kuterima, aku bisa menyelenggarakan pengajian selamatan anakku.

Begitu anakku lahir, rezeki terus meningkat. Aku sering tampil di berbagai acara. Karierku semakin berkembang. Tak kuduga, aku kembali ditarik ke Srimulat. Tawaran melawak semakin banyak. Bila dulu penghasilan pas-pasan bahkan kurang, sekarang alhamdulillah enggak lagi seperti dulu.

Salah satu kuncinya, aku enggak pilih-pilih tawaran. Namun, ada lagi yang membuatku semakin banyak tawaran. Apa itu? Aku memanjangkan kumis seperti sekarang. Mirip ikan arwana, ya? Ha ha ha. Yang pasti aku bersyukur rezeki semakin banyak.

Rumah yang dulunya kontrak satu petak, sekarang sudah kubeli. Kiri, kanan dan belakang rumah itu pun sudah aku beli. Aku bisa memperbaiki rumah. Sekarang rumahku sudah tingkat. Aku juga punya beberapa rumah untuk dikontrakkan. Penghasilan keluarga kami enggak lagi tergantung dari melawak.

Agar tertib administrasi, aku punya tiga rekening di bank. Satu untuk transfer pembayaran pekerjaan di televisi, satu untuk pekerjaan off air, dan satu lagi untuk pembayaran kontrak rumah.

Awas! 'Tukul' Beraksi di Komputer


Jakarta - Penyebaran virus lokal semakin hari semakin cepat dengan aksi yang beragam. Walaupun media penyebarannya masih menggunakan flash disk, tetapi cukup mampu menyebar dengan luas apalagi disertai dengan trik rekayasa sosial yang semakin beragam dan terkadang menggunakan nama idola dari si pembuat virus itu sendiri untuk lebih mudah mengelabui user.

Sudah banyak contoh virus yang menggunakan rekayasa ini, sebut saja virus Coolface dimana sang pembuat virus menggaet nama 'Artika Sari Devi' atau virus Runitis yang membawa nama 'Siti Nurhaliza'. Kini, giliran Tukul Arwana yang di jadikan maskot virus VBWorm.NEE.

Walaupun wajah sang pelawak ini tidak dimunculkan, tetapi guyonan khas tukul Arwana 'KEMBALI KE LAPTOP' diambil dan dijadikan maskot pada virus ini. Alfons Tanudjaya, spesialis antivirus dari Vaksincom memprediksi, virus ini kemungkinan berasal dari kota Pahlawan, Surabaya.

Menurutnya, lagi-lagi Visual Basic menjadi pilihan yang digunakan oleh sang pembuat virus, tak terkecuali dengan virus VBWorm.NEE ini dengan ukuran sebesar 56 KB. Dan kali ini bukan icon Folder atau MS.Word yang akan digunakan oleh VBWorm.NEE, melainkan menggunakan icon 'Video Media Player' dengan ekstensi ganda yakni .DOC .EXE, sedangkan ekstensi EXE akan disembunyikan.

"Pada saat virus ini pertama kali menginfeksi komputer target, VBWorm.NEE akan memunculkan sebuah program MS.Word dengan sederetan puisi dengan judul 'Setia Hingga Akhir Masa'. Setelah itu beberapa program Internet Explorer yang berisi pesan sang pembuat virus juga akan muncul," ungkap Alfons, dari pernyataan tertulis yang dikutip detikINET, Kamis (16/8/2007).

Sebagai pertahanan dan agar dirinya dapat aktif setiap kali komputer dinyalakan, virus ini akan membuat beberapa file induk. Dan saat komputer dinyalakan, VBWorm.NEE akan mencoba untuk menjalankan 2 file induk yakni SPOOL32.exe dan WINWORD.exe.

Sudah menjadi tradisi, bahwa setiap virus lokal akan mencoba untuk memblok beberapa fungsi Windows dengan tujuan agar dirinya tidak mudah dihentikan. Berikut beberapa fungsi Windows yang akan diblok:
-. Disable Registry Editor
-. Disable Task Manager
-. Disable Folder Option
-. Dsiable Run
-. Disable Search
-. Disable klik kanan Desktop
-. Disable klik kanan Task Bar
-. Disable Shutdown
-. Disable CMD

Sebenarnya, lanjut Alfons, masih banyak lagi fungsi Windows yang akan diblok oleh VBWorm.NEE seperti System Restore, Disable Windows Installer (MSI) atau Disable Desktop, tetapi hal ini tidak berhasil karena terdapat beberapa 'bug' pada string yang dibuat.

"Selain disable fungsi Windows diatas, VBWorm.NEE juga akan mencoba untuk menyembunyikan ekstensi EXE dari suatu file Application. Sebagai penutup VBWorm.NEE akan mencoba untuk mengkopi dirinya sendiri ke setiap folder/subfolder yang di akses dengan nama file acak," imbuhnya.

Berikut beberapa file yang akan di kopi pada setiap folder/subfolder: Bab11.doc .exe, Desposisi.doc .exe, Fileku.doc .exe, Tolong.doc .exe, Siapa.doc .exe, Data.doc .exe, Jangan di buka.doc .exe, Empat mata.doc exe, Cerita.doc .exe dan Benci.doc .exe

Cara Menumpas Virus 'Tukul'


Jakarta - Jika virus VBWorm.NEE yang memanfaatkan guyonan pelawak Tukul Arwana ini sudah menyebar, pemilik komputer yang terinfeksi pasti bukan bakal dibuat tertawa melainkan malah pusing.

Untuk itu perusahaan antivirus Vaksincom memberikan cara yang bisa digunakan pemilik komputer untuk menumpas virus 'Tukul' ini:

1. Putuskan hubungan komputer yang akan dibersihkan dari jaringan jika terhubung ke LAN (Lokal Area Network)
2. Matikan proses virus, silahkan gunakan tools currprocess http://www.nirsoft. net/utils/ cprocess. html, kemudian matikan proses yang mempunyai gambar 'Video Media Player'.
3. Hapus string registry yang dibuat oleh virus, untuk mempercepat proses penghapusan registry tersebut salin script dibawah ini pada notepad kemudian simpan dengan nama 'repair.vbs'. Setelah itu jalankan file tersebut kemudian logoff komputer
4. Jika menggunakan Windows ME/XP, disable 'System Restore' untuk sementara selama proses pembersihan berlangsung.
5. Hapus file induk dan file copy VBWorm.NEE yang dibuat oleh virus dengan terlebih dahulu menampilkan file/folder yang disembunyikan. Gunakan folder option untuk menampilkan file/folder yang disembunyikan, dengan ciri-ciri: berukuran 56 KB,ekstensi .DOC .EXE dan tipe file Application.

Untuk mempercepat proses penghapusan virus tersebut, gunakan tools Search Windows, dengan setting berikut:
-. All or part of the file name, isi dengan *.EXE
-. Look in, isi dengan Drive yang Anda miliki
-. What size it is? Pilih Specify size (in KB)
-. More Advanced options, pilih Type of file : (All File and Folders), Search System (folders), Search (hidden files and folders), Search (sub folders).

6. Untuk pembersihan optimal dan mencegah infeksi ulang, lindungi komputer dengan kontrol antivirus up-to-date.
( ash / ash )

Anomali TVC Tukul


kepopuleran tukul ditandai dengan banyaknya dengan pemasang iklan di acara empat mata di trans7. contohnya, laptopnya tukul ditempelin stiker speedy.

tapi yang jadi fenomena tersendiri adalah ketika tukul menjadi talent dari tvc. ketika gue nulis ini (±3 mingguan lalu lah), gue mendapati 3 tvc yang dibintangi tukul. tvc furniture, tvc pewarna rambut dan tvc cat dinding. dari ketiga produk tersebut, semuanya gue belom pernah denger / tau mengenai produk tersebut. jadi timbul pertanyaan deh.

* apakah tukul sedang menjalankan 'misi sosial', yaitu menjadi talent tvc produk yang baru / tidak terkenal?. yang berarti siap di bayar murah untuk menjadi talent di tvc tersebut.
* apa, tukul (dalam hal ini manajemennya) tidak berhasil mendapatkan produk (yang udah establish) yang mau menggunakan tukul sebagai talentnya.
o karena 'harga' tukul yang mahal untuk produk ternama?.
o apa takut produk nya malah jadi gak laku setelah tvc nya dibintangi tukul?

hehe.. kaya'nya kesannya susah untuk seseorang seperti tukul masuk ke zona pasar A (menengah keatas), walopun dari taraf hidupnya sekarang, gue yakin tukul itu udah A++ wink

trus kalo gue perhatiin lagi, ketiga tvc tersebut dibuat dengan agak kampungan. tapi kalo diliat lebih seksama, ke-ndeso-annya kaya'nya ini adalah hasil karya kreatif dari advertising agency-nya (sok teu padahal awam v). soalnya kalo kampungan beneran. gue akan tunjuk tvc fuji film yang komputer rusak sebagai iklan kampungan. ga pake agency kaya'nya.

note: ketika ini diposting udah ada beberapa tvc baru

sumber : http://jurnal.snydez.com/

Jurus Jitu Menghindari Selingkuh ala Tukul


Tukul Arwana juga mempunyai jurus jitu menghindari perselingkuhan yakni dengan mengiraukan segala godaan yang menjurus ke sana. "Saya enggak sampai jatuh bangun mikirinnya," ujar pria yang terkenal dengan kumis di ujung bibir ini. Tukul sendiri mendefinisikan selingkuh adalah jika seorang suami atau istri melirik orang lain dengan perasaan khusus hingga diaplikasikan.

http://www.kapanlagi.com/h/0000002152.html

Jurus Jitu Menghindari Selingkuh ala Tukul


Tukul Arwana juga mempunyai jurus jitu menghindari perselingkuhan yakni dengan mengiraukan segala godaan yang menjurus ke sana. "Saya enggak sampai jatuh bangun mikirinnya," ujar pria yang terkenal dengan kumis di ujung bibir ini. Tukul sendiri mendefinisikan selingkuh adalah jika seorang suami atau istri melirik orang lain dengan perasaan khusus hingga diaplikasikan.

http://www.kapanlagi.com/h/0000002152.html

Tips Sukses ala Tukul #10 : Fokus dan Konsisten


Dalam meraih kesuksesannya, Tukul ternyata berusaha fokus dan konsisten dalam bidang yang diyakininya, yakni dunia lawak. Bidang lawak ini secara terus-menerus dicobanya agar ia memperoleh eksistensi. Kalaupun pada saat tertentu ia banting setir dalam bidang lawak, hal tersebut dimaksudkan hanya untuk menyambung hidup. Kemudian ia kembali lagike bidang lawak.

Konsistensi Tukul ini ternyata membuahkan hasil yakni dengan munculnya Tukul sebagai host di acara Empat Mata. Memang tidak mudah mempertahankan konsistensi dalam suatu bidang tertentu sebab tawaran-tawaran lain terkadang lebih menggoda, walaupun hal tersebut keluar dari bidang yang ditekuninya selama ini. Kiat Tukul untuk tetap konsisten dan fokus di bidang lawak ini rupanya patut diacungi jempol. Cara yang pernah ditempuh Tukul ini patut dijadikan contoh.

Sumber : Tukul ‘katro’ Arwana, the face country and the money city

Tips Sukses ala Tukul #9 : Hidup Sederhana dan Bersahaja


Banyak kisah artis yang kemudian berubah pola kehidupannya setelah bergelimang dengan uang. Hal demikian ini sepertinya tidak dilakukan oleh Tukul. Ia tetap sebagai seorang pria ndeso yang santun dan sederhana. Dalam soal makan, misalnya, seperti pernah disampaikan Susiana, istrinya, “ Mas Tukul makannya gampang, paling senang dibuatkan oseng kangkung, oseng kacang panjang, urap, telur mata sapi, tempe goreng, bakwan jagung dan mi instan.”

Tukul menyukai makanan biasa bukan karena mengirit. Menurut Susiana, jika memasak makanan mahl pun, jarang disentuh Tukul. Sesekali pernah dibuatkan rendang atau ayam bakar. Saat itu memang dimakan, tapi besoknya pasti kembali dia pilih jajan makanan yang biasa-biasa lagi.

Kesan sederhana sangat dirasakan kawan dekatnya. Teguh adalah salah seorang kawan dekat Tukul yang membantu menangani segala keperluan Tukul. Misalnya menerima telepon, mengatur jadwal wawancara dengan wartawan atau bernegosiasi harga dengan calon klien. Dikatakan bahwa Tukul sekarang adalah Tukul yang tetap ramah, bersahabat dan sosok teman yang apa adanya.

Sumber : Tukul ‘katro’ Arwana, the face country and the money city

Tips Sukses ala Tukul #8 : Berbagi Ilmu Kepada Orang Lain


Prinsip hidup Tukul yang lain adalah berbagi ilmu kepada orang lain. Berbagi ilmu ia yakini akan membukakan pintu rezeki. “Kalau kamu memudahkan pintu rezeki orang lain maka rezekimu akan dimudahkan,” ujarnya. Karena itulah, ia mengumpulkan orang-orang yang ingin berhasil dan ia tampung di poskonya untuk dibimbing menjadi orang sukses. Kepada kawan-kawannya yang ingin sukses itu Tukul memberi nasihat bahwa untuk menjadi artis itu tidak mudah. Untuk menjadi orang sukses juga tidak gampang. Perlu ketekunan, perlu ada pembelajaran melalui proses waktu, dan tidak bisa seperti tukang sulap. Dan kata Mas Tukul : “Berbagilah ilmu kepada orang lain, jangan takut kalau orang yang kamu bagi ilmu itu menjadi lebih pandai, justru dengan membagi ilmu kepada orang lain maka ilmu kamu akan bertambah”

Sumber : Tukul ‘katro’ Arwana, the face country and the money city

Tips Sukses ala Tukul #7 : Menjaga Kualitas Ibadah


Hal yang tidak banyak diketahui dalam diri Tukul adalah soal menjaga kualitas ibadahnya. Walaupun ia telah meraih kesuksesan, tetapi hubungan dengan Sang Khalik tetap dijaganya. Setiap syuting, Tukul selalu mengawali dengan doa bersama dengan para penonton yang hadir di studio.

Tukul juga mengakui bahwa dirinya harus terus banyak bersyukur. Salah satunya dilakukan dengan rajin beribadah. Bahkan sejak tahun 1983, ia selalu membaca syahadat dan salawat nabi setiap saat. Tidak jarang ia merenungkan makna hakikat sebagai hamba Allah.

Sumber : Tukul ‘katro’ Arwana, the face country and money city

ips Sukses ala Tukul #6 : Menghargai Orang Lain


Seseorang yang sudah sukses cenderung berperilaku sombong, kurang menghargai orang lain, dan maunya dihormati. Tukul tidaklah demikian. Ia memiliki prinsip positive thinking, tidak pernah merendahkan orang lain atau pun mengecilkan orang lain. Sebaliknya ia lebih suka membesarkan (hati) orang laindan menghormati orang lain. Menurut Tukul, kesombongan itu akan menjadi bumerang bagi diri sendiri dan akan merugikan diri sendiri.

Sumber : Tukul ‘katro’ Arwana, the face country and the money city

Tips Sukses ala Tukul #5 : Bekerja Keras dan Jujur


Rahasia sukses Tukul yang lain adalah ia mau bekerja keras dalam menjalankan setiap pekerjaannya. Ia juga sangat menjunjung tinggi kejujuran. Seperti diungkapkan oleh Alex, Tukul adalah salah seorang perantau yang rajin dan sangat menjunjung tinggi kerja keras dan kejujuran. Terbukti, selama tiga tahun menjadi sopir pribadinya, Alex tidak sedikit pun pernah dikecewakan.

Tukul juga sangat disiplin dan menghargai waktu. Ia selalu berusaha tepat waktu dalam menjalankan setiap pekerjaannya. Hal ini telah diakui oleh para mitra kerjanya. Tujuannya tidak lain agar mitra kerja Tukul selalu puas dan mau menggunakan jasanya lagi.

Sumber : Tukul ‘katro’ Arwana, the face country and the money city

Tips Sukses ala Tukul #4 : Bersedia Terus Belajar


Tukul merasa bahwa dirinya bukanlah berasal dari kalangan serba cukup dan bukan dari keluarga yang mempunyai banyak fasilitas maka ia merasa harus terus belajar. Semangat belajar Tukul sangat tinggi. Hal ini bisa dilihat tatkala ia bekerja sebagai sopir pribadi Alex Sukamto. Mantan majikannya ini sempat heran dengan kemauan belajar Tukul yang sangat tinggi.

Seperti pernah diceritakan Alex bahwa setiap gajian, Tukul selalu menyisakan uang untuk beli buku. Alex tidak menyangka bahwaseorang sopir seperti Tukul ternyata mempunyai hobi membaca buku. Lebih mengherankan lagi, buku-buku yang dibacanya adalah tentang psikologi, politik dan lain-lain.

Tukul mengakui bahwa dirinya memang tidak pintar. Ia biasa-biasa saja, tetapi ia senang membaca bacaan apa saja. Ia juga senang mengobrol bertukar pikiran. Dari kegiatan membaca atau mengobrol inilah ia bisa mendapatkan ilmu dan kemudian dijadikannya bekal untuk masa depan.

Di tengah kesibukannya yang cukup padat, ia selalu berusaha menyempatkan diri untuk membaca. Ia sadar bahwa bacaan akan membuatnya tidak terbelakang. Ilmu yang semakin bertambah diyakini akan semakin menambah kemampuan dirinya sehingga ia mampu menjadi seorang penghibur sejati.

Sumber : Tukul ‘katro’ Arwana, the face country and the money city

Tips Sukses ala Tukul #3 : Hidup Itu Harus Berproses


Mas Tukul yakin betul bahwa hidup itu merupakan sebuah proses. Tidak ada ceritanya hidup langsung sukses, langsung kaya, atau langsung ngetop tanpa melalui sebuah proses. Mas Tukul sangat memegang prinsip bahwa yang terpenting dalam hidup adalah proses. Dan ia telah membuktikannya dengan menjalani sebuah proses yang cukup panjang, berliku dan tidak sedikit ia harus menghadapi tantangan yang begitu berat.

Berjuang dengan butiran kristal keringat tentu berbeda dengan mereka yang meraih kesuksesan dengan cara instan. Mas Tukul sudah sangat kenyang diremehkan, dicaci dan dicibir. Namun, semuanya ia lalui, ia jalani tanpa menyimpan dendam. Ia jalan dari kampung ke kampung, dari panggung ke panggung yang lain dengan penuh keyakinan suatu saat bisa meraih kesuksesan. Ternyata, sukses itu akhirnya datang juga.

Sumber: Tukul ‘katro’ Arwana, the face country and the money city

Tips Sukses Ala Tukul #2 : Tidak Pilih-Pilih Pekerjaan


Tawaran pentas tidak pernah dipilih-pilih. Di mana pun dan kapan pun tawaran itu ada maka akan dijalaninya dengan penuh rasa tanggung jawab dan sikap profesional. Barangkali dari sikap inilah banyak tawaran justru mengalir dan membawa rezeki.

Sementara di kalangan artis, tindakan selektif dalam memilih tawaran job sudah biasa. Bila dipertimbangkan untung ruginya tidak seimbang maka tawaran tersebut akan ditolak. Hal ini tidak pernah dialami Tukul.


Sumber : Tukul “katro” Arwana, the face country and the money city

Tips Sukses ala Tukul #1 : Ikhlas Mengerjakan Apa Saja


Ini adalah rangkaian tips sukses dari Mas Tukul Arwana, dan ini yang pertama…

Tukul tidak pernah merasa gengsi atau rendah diri mengerjakan pekerjaan apa pun. Mulai menjadi sopir omprengan, sopir pribadi, kerja di tkang pembuatan pompa, menjadi modl figuran, menjadi pembawa acara dan lain-lain. Semuanya dikerjakan dengan tingkat keseriusan tinggi.

Teguh, salah seorang yang biasa mengatur jadwal kegiatan Tukul, pernah mengatakan, “Bisa dibilang Mas Tukul paling semangat kalau dengar ada kerjaan. Apa saja pasti dia kerjakan.”

Sumber: dari Tukul “katro” Arwana, The Face Country And The Money City

WAWANCARA (IMAJINER) DENGAN TUKUL ARWANA


Belum lama ini wartawan belummandi secara tidak sengaja bertemu pelawak, presenter, fotomodel sekaligus tukang ledeng ngetop Tukul Arwana. Kesempatan bertemu di sebuah mimpi buruk malam Jumat itu menghasilkan sebuah wawancara mengenaskan. Nah, berikut ini petikan wawancara dengan beliau, silakan dinikmati sambil nyabutin bulu kaki.

Belummandi (bm) : Malam Mas Tuk, senang sekali rasanya bisa bermimpi wewawancarai sampeyan. Ini benar-benar anugerah bagi saya.

Tukul Arwana (TA) : Anugerah bagi kamu, bagi saya ya musibah. Biasanya saya ini selalu hadir di mimpi-mimpi artis-artis cantik kayak Angelina Sondah, Asmirandah, Natalie Sarah, Ike Nurjanah... pokoknya yang belakangnya pake AH, AH...

Bm : Ooo... berarti termasuk Ida Kusumah, Waljinah dan Jujuk Juwariyah yah...?

TA : Wah... sampeyan ini pinter juga ya? Pasti di sekolah dulu selalu dapet rangking 4 dari 5 murid ya...

Bm : He he... Mas Tuk, ngomong-ngomong saya ini bintangnya Libra juga, sama seperti sampeyan. Tapi kok kayaknya rejeki kita beda ya?

TA : Bukannya berbeda... ini namanya keadilan. Lihat saja tampang saya sering dijelek-jelekkan orang, tapi rejekinya.. woowww... Lha sampeyan, kan tampang udah lumayan... lumayan ancur juga maksudnya... tapi rejeki pas-pasan. Ini sudah sesuai kayak timbangan, lambangnya Libra. Tapi jangan khawatir, meski kutu kupret, kalau terus berusaha dan berdoa pasti kamu bakalan sukses juga. Sukses diketawain orang... ha ha...

Bm : Enggak malu punya casing yang sering diolok-olok orang?

TA : Jangan salah, meski casing kayak gini, tapi yang penting dalemnya... men sana in corpore sano...

Bm : Artinya?

TA : Kamu maen ke sana, aku main ke sono...

Bm : Enggak bosan tiap hari kembali ke laptop?

TA : Bosan gimana? Lha wong dibayar.. he he... Saya kembalikan ke pemirsa yang jumlahnya triliunan itu, kalau mereka masih suka saya why not? Buktinya kontrak saya di Four Eyes bakal diperpanjang hingga 3 juta episode.

Bm : Mas Tukul ini tiap hari dicium artis-artis cantik, adakah artis cantik yang belum pernah dicium dan nyium Mas Tukul?

TA : Wah, kalau di Indonesia kayaknya semua artis cantik sudah pernah menikmati aura wajah saya. Yang belum pernah dan saya kepengen banget itu malah artis luar negeri, Angelina Jolie.

Bm : Wah yo jelas susah itu Mas...

TA : Bukan, bukan masalah susahnya... saya cuma ndak enak sama kembaran saya, Brad Pitt, mosok saya nyiumin istrinya...

Bm : Jadi Mas Tuk ini kembar sama Brad Pitt?

TA : O iya... malah kembar tiga... yang satu sama pohon nangka... Puass?! Puass kamu ?!

Bm : Mas, bahasa Inggris Anda termasuk lumayan... lumayan menggelikan... pernah belajar di mana?

TA : Jangan menghina ya? SOBEK-SOBEK LAMBEMU !! Saya ini sudah lama ngetop di luar negeri, di sini aja telat... baru sekarang aja demam Tukul... Ceritanya begini, waktu itu saya di London melihat anak-anak kecil sana kok pinter-pinter ngomong Inggrisnya, cas cis cus... beneran lho... heran saya... mau tidak mau saya nggak mau kalah dan tertantang belajar bahasa Inggris, mosok kalah sama anak kecil...

Bm : Oke, ternyata pengalaman Mas Tuk ini hebat banget ya? Saya salut lho sama sampeyan...

TA : Muji-muji... pasti habis ini minta tanda tangan ya? Pengen foto bareng ya? Ndeso tenan kamu ini...

Bm : Nggak kok Mas, saya malah mo minta modal buat buka usaha, pinjem 100 juta donk...

TA : Emangnya saya ini mesin ATM apa? Ngimpi kamu..!! Sana bangun trus kembali ke pohon, jangan lupa mandi!

Bm : Lho Mas... lho jangan disuruh bangun... ini pertanyaannya masih banyak...

Saat itu juga wartawan gadungan belummandi kembali ke dunia nyata, bangun dari mimpi jorok. Setelah ngucek-ucek mata, maka pekerjaan yang harus dilakukan saat itu adalah: nyuci sarung bantal yang basah oleh iler... weekkk...

Kisah tersebut di alam nyata adalah fiktif belaka, meskipun nyata di alam mimpi. Kesamaan nama tokoh sangat disengaja demi mendongkrak popularitas. Terima kasih sebesar-besarnya terhadap Mas Tukul Arwana atas ketidaktahuannya tentang wawancara ini, ampun Mas... ampuuun.... (wku)

Oleh : wkurniawan
Location: Solo, Central Java, ID

Don't judge the book by it's cover. Jangan nyimpen buku di dalem koper... ntar dikira lemper...

Sumber : http://belummandi.blogspot.com

Ngatini Ingin Kembali….


Di tengah popularitasnya yang tengah naik daun sebagai pembawa acara dan bintang iklan, Vega 'Ngatini' Darmawanti masih memendam hasrat untuk dapat kembali bersekolah.

"Meski sekarang lagi banyak sekali tawaran pekerjaan, tapi aku tidak mau ngoyo dan sebenarnya aku mau kembali lagi melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi," kata Ngatini yang kondang sebagai tim kreatif bersama Tukul di acara Empat Mata, ketika ditemui di sela promo sebuah produk jamu di Samarinda, Sabtu (12/05).

Ia mengatakan ingin sekali mewujudkan cita-cita masa kecilnya, yaitu menjadi seorang dokter.

"Sejak kecil aku memang ingin sekali jadi dokter supaya bisa menolong orang dan penghasilannya juga besar," kata gadis berusia 21 tahun itu sambil bercanda.
Ia juga mengaku bukan tipe artis "aji mumpung" yang menggunakan popularitas yang sedang menanjak untuk merambah ke bidang lain demi menambah penghasilan.

Meski demikian, ia mengatakan memang tidak mudah untuk membagi waktu di tengah rutinitas kerja yang membuatnya semakin sibuk. Karena itu, ia mengaku tengah mencari cara untuk membagi waktu agar dapat bersekolah lagi.
"Konsekuensi kerjaku memang sangat menyita waktu. Waktu istirahat untuk tidur saja bisa cuma tiga jam tiap hari. Tapi aku sudah bertekad ingin melanjutkan sekolah dan belajar itu kan tidak mengenal batas usia," katanya. (*/rit)



sumber : http://www.kapanlagi.com/h/0000171546.html

Top 10 Jargon Tukul Arwana di Empat Mata


Hebat banget acara Empat Mata yang tayang setiap Senin - Jumat pukul 22:00 - 23:00 WIB di Trans7. Biasanya cuma siaran Liga Inggris yang bisa bikin saya harus naik benerin antena TV di atas genteng, tapi karena sekarang Empat Mata sudah jadi tontonan paling menghibur abad ini di seantero jagat, rela deh bolak-balik benerin antena biar bisa ketawa bareng mas Tukul Arwana yang ndeso, culun dan katro itu, tapi kaya. Sebuah hasil akhir yang menurut saya menyalahi teori, karena yang kaya itu biasanya yang nggak ndeso, nggak culun dan nggak katro.

Berikut ini, Top 10 jargon (menurut saya) yang sering diucapkan oleh mas Tuyul Tukul di acara Empat Mata-nya.

Kembali ke laptop!
Silent please!
Ta’ sobe’-sobe’ mulutmu!
Puas??? Puas???
Ndeso!
Katro!
Culun!
Kutu kupret!
fish tu fish (ini pasti maksudnya face-to-face. ndeso!)
Just kidding and just for laugh
Jangan sampe ketinggalan trend dengan tidak menggunakan ungkapan-ungkapan di atas dalam percakapan sehari-hari. Kalau temen anda ngomong dengan ungkapan di atas dan anda malah bengang-bengong nggak ngerti, berarti anda emang culun, ndeso dan katro! Mending kembali aja ke goa!

Apa?! Nggak suka? Ta’ sobe’-sobe’ blogmu! :))

Ungkapan-ungkapan di atas juga dapat menambah keharmonisan dalam kehidupan berumah tangga, apabila diucapkan oleh suami terhadap istri atau sebaliknya. Jadi, nggak perlu ke dukun segala, syirik itu.

Ok, ok. Kembali ke laaappp toooppp.

Ada ungkapan lain yang terlewat nggak ya? Tambahken ya kalau masih ada ungkapan-ungkapan lainnya. Siapa tau nanti yang ngasih komentar di sini, diundang ke acara Empat Mata biar bisa fish to fish dengan Mas Tukul. Diundang ndasmu!

sumber:http://blog.denysri.com/personal/top-10-jargon-tukul-arwana-di-empat-mata/

Strategi Pemasaran dan Positioning Empat Mata

Suka tidak suka, faktanya Empat Mata saat ini memang sedang menikmati kesuksesannya. Menurut saya, kesuksesan itu tak lepas dari strategi pemasaran yang dilakukan Tukul, segenap pemain pendukung, beserta tim kreatifnya. Antara lain:

. Dare to be different
Dari segi materi lawakan, Tukul cukup orisinil dan up-to-date dibandingkan rekan-rekan seprofesinya. Sebagai seorang pelawak, jam terbang Tukul Arwana memang sudah cukup tinggi — sejak menjadi penyiar radio hingga bermain dengan Srimulat dan pemain senior lainnya.

. Determine your own fame
Laptop dan PDA sebenarnya kontradiksi mengingat Tukul memosisikan dirinya sebagai wong ndeso dan katro. Tapi siapa sangka, “kembali ke laap.. toopp..” justru menjadi roket pendorong kesuksesan Tukul. Lebih-lebih, trademark laptop dan PDA terbilang mampu mengalahkan kompetitor lain dan menyampaikan komunikasi secara lebih efektif pada audiens.

. Make an emotional connection
Mengingat sebagian besar penduduk Indonesia masih hidup di garis yang serba pas-pasan, jokes Tukul berhasil membuat koneksi emosional dengan mereka. Bila menonton sinetron (yang menonjolkan serba kemewahan) membuat mereka minder, menyimak Empat Mata justru membuat mereka bisa menerima diri mereka apa adanya tanpa harus merasa malu. Feelings of closeness, affection, dan trust inilah yang memikat banyak penonton.

. Internalize the brand
Sebenarnya internalisasi merek lebih pas diterapkan untuk tangible goods. Namun, Empat Mata sebenarnya sudah melakukan internalisasi nilai-nilai dan ide-ide yang komprehensif dan koheren, serta secara konstan terus-menerus ditampilkan dan dikomunikasikan dalam setiap tayangannya. Sungguh, ini merupakan cara mengikat pemirsa dengan sangat efektif.



sumber : http://nofieiman.com/2007/03/vega-dian-tukul-arwana-empat-mata/

‘ORANG LAIN, PEJABAT JUGA BEGITU’

Tukul didemo anak-anak SD, pas di hari Kebangkitan Nasional. Mereka protes adegan cium pipi kanan-kiri antara Tukul dengan bintang tamu cantik-cantik seksi yang selalu dapat aplaus meriah di ‘Empat Mata’.

Selasa malam lalu, di ruang rias Studio 9 Trans 7, Tukul bersantai di sofa, ngobrol dengan kru.


Ia baru pulang balik hari Jakarta-Bandung untuk acara ‘Ketawa in Campus’.

Nampak tak begitu lelah, Tukul melempar senyum pada siapa saja yang menatapnya, juga yang baru sekali itu bertemu. Layaknya selebriti, Tukul juga sabar melayani permintaan foto bersama.

Saat acara ‘Empat mata’ direkam, anak sematawayangnya, Novita Eka Afriana, 8, asyik main di belakang panggung bersama anak tetangga. Para tetangga Tukul memang sering jadi suporter di studio bersama istri Tukul, Susiana.

Menurut Susiana, suara-suara miring itu tak terlalu mengganggu suaminya.

“Biasa saja, itu sudah garis Allah. Kita tinggal mendengar saja orang ngomong apa, nggak usah dibawa emosi,” ucap Susi.

Tukul pun tak suka mengendapkan masalah dalam hatinya.

“Saya suka menganalisa, seperti berita satu tahun ini, terus menengok ke belakang, mengingat yang buruk-buruk, buat saya itu menghabiskan energi,” kata Tukul


Tidak Silau

Meski dikelilingi bintang tamu cantik-cantik, Tukul mengaku tidak silau.

“Saya bisa mengendalikan diri, semua itu tergantung bagaimana niat kita. Karena mencari nama itu susahnya bukan main, saya nggak mau merusaknya,” ungkap Tukul.

“Mental saya sudah kuat, nggak kaget dengan kemewahan, kekayaan, popularitas. Biasa-biasa saja,” lanjutnya.

Soal protes cipika-cipiki dengan yang bukan muhrimnya, Tukul langsung bereaksi.

“Saya terima dengan lapang dada, tidak banyak cing-cong, tidak ada lawan-lawan. Saya malah senang karena ini tantangan untuk menggali materi yang lebih segar dan cerdas.”

Menurutnya, tanpa rapat-rapat segala dengan tim kreatif Trans 7, Tukul langsung tak lagi bercipika-cipiki.

“Nggak ada (cipika-cipiki, Red) ya nggak apa-apa. Untungnya apa, ruginya apa, saya juga nggak tahu,” ucap Tukul.


Maunya Apa Sih?

Ternyata Tukul Sekedar Ikut-ikutan. “Kan kalau ketemu orang, saya lihat orang-orang lain, ada pejabat juga, kan begitu, kesannya modern. Saya hanya ikut-ikutan sebetulnya. Nggak ada tujuan apa-apa, nggak ada memanfaatkan bintang tamu, wong saya punya anak istri.”

“Menurut saya lebih bagus bebas tapi sopan. Kalau diminta kayak begitu ya nggak apa-apa. Sebetulnya itu kan maksudnya, ini lho wong elek iso ngambung wong ayu (orang jelek bisa mencium orang cantik, Red), bukan wong ganteng ngambung wong ayu. Orang jelek juga berhasil kalau punya kemampuan, semangatnya itu, tak ada tujuan aneh-aneh,” lanjutnya.

Protes juga ditujukan pada pakaian bintang tamu perempuan yang dinilai tidak sopan dan humor Tukul yang sebagian dinilai porno.

“Maunya apa sih sebetulnya, saya pelawak, tujuan saya kan menghibur saja. Banyak ujian, bencana, mungkin stres atau gimana, kerjaan saya menghibur, bikin orang ketawa, tersenyum. Tak ada niat di benak saya untuk melecehkan, bikin kejelekan orang atau membodohi. Makanya di akhir acara, saya selalu bilang just kidding, just for laugh.”


Toh Pipinya Nggak Lecet

Susi juga tak terlalu memberatkan hati dengan komentar-komentar orang tentang suaminya.

“Saya kalau kayak gitu-gitu nggak saya masukkan dalam hati. Omongan kurang enak, masuk telinga kiri, keluar telinga kanan. Saya tahunya Mas Tukul bekerja,” kata Susi.

Malah teman-teman dekat Susi yang suka gemas melihat Tukul bercipika-cipiki.

‘Sus, kamu nggak cemburu melihat Tukul cipika-cipiki?’ Susi menirukan pertanyaan teman-temannya.

“Sudah biasa, itu pekerjaan. Ngapain cemburu, dia capek-capek kerja cari uang. Boleh-boleh saja saya cemburu kalau bisa mencari duit kayak Mas Tukul. Apanya yang mau dicemburui, toh pipinya nggak rusak, nggak lecet, pulang utuh,” kata Susi.

Susi juga tak khawatir Tukul kecantol pada salah satunya.

“Kecantol sama siapa, mereka kan sudah punya suami, ganteng-ganteng,” kata Susi, tertawa kecil.


Tak Ketemu Anak, Sedih

Dulu, ketika melihat Susi pertama kali, Tukul yakin dialah perempuan baik yang bisa dijadikan istri. Susi yang saat itu kasir di supermarket di daerah Blok S, Kebayoran, bertemu Tukul di jalan.

“Tukul memberi kartu nama, ada nomor pagernya. Karena penasaran beneran atau tidak, esoknya saya hubungi pagernya, ternyata benar dia,” kenang Susi.

Dari obrolan di pager, keduanya lalu sering bertemu.

“Setelah pacaran setahun satu bulan, kami menikah,” lanjut Susi. Susi merasa, Tukul dulu dan sekarang tidak berubah.

“Dari awal, istri saya komitmen, pekerjaan saya pelawak, tidak ada pensiun, tidak ada uang bulanan, nggak jelas. Dia mau, ya sudah,” cerita Tukul.

“Dasar rumah tangga itu, niat kita main-main atau serius. Dengan istri, saya jaga komunikasi dan perhatian. Nomor satu pulang, aku cari anak. Habis dari luar kota, pulang nggak ada anak, saya sedih,” tutur Tukul.


‘Adikku Tukang Ojek’

Siapa menyangka, Tukul yang tampak serba gemerlap dan mengkilap di layar kaca ternyata disikapi dengan wajar oleh keluarga besarnya yang bersahaja.

Ayahnya, Abdul Wahid yang usianya sudah berkepala tujuh di Semarang, masih menjahit di pinggir jalan.

“Mbetulin kerah baju, menembel yang sobek-sobek. Sekali nembel, upahnya dua ribu sampai tiga ribu rupiah,” cerita Tukul, apa adanya.


Ibunya Tukul sudah meninggal.

Kakak pertamanya, Siti Rondia di Semarang, tamatan SMEA, jadi pedagang serabutan.

“Ada tv, jual tv. Ada motor, jual motor. Nggak punya tempat, disebut makelar bisa juga,” kata Tukul.

Kakak keduanya, Siti Kowiyah, tamatan SMP, juga di Semarang, jualan rombengan (baju-baju bekas) di pasar.

Adiknya, Sutadi, tamatan SMP, jadi tukang ojek. Sutadi yang sudah lebih dulu menikah ini sejak tahun 2004 tinggal di rumah Tukul, sementara istri dan anaknya di Semarang.

Sutadi ingin sukses seperti Tukul, makanya ia suka ikut casting di sana-sini.

“Kalau nggak ada casting, dia narik ojek. Penginnya seperti saya tapi nggak gampang, di Jakarta berat sekali, tergantung kemampuan, keyakinan dan percaya diri,” tutur Tukul.

“Siapa tahu nanti dapat iklan pengaman anjing terbaik,” kata Tukul mencandai Sutadi.

“Castingnya sering, gagal melulu. Dia hidup untuk gagal,” seloroh Tukul, tidak membuat Sutadi tersinggung. Adiknya ini malah mesam-mesem.

Bukan berarti Tukul membiarkan keluarganya hidup susah.

“Mereka senang kehidupan seperti itu. Saya memberikan kasih sayang dengan perhatian dan memberi apa yang mereka minta. Kita tidak bisa memaksa kemampuan orang, tiap orang punya kapasitas,” tutur Tukul.


Culun-culun


Lucunya, semua saudara Tukul punya panggilan unik.

“Rondia dipanggil Cemplon, Kowiyah dipanggil Ceplis, saya Riyanto dipanggil Tukul, Sutadi dipanggil Bendel. Keluarga saya tuh pokoknya katro-katro (ndeso-ndeso) semua, culun-culun,” cerita Tukul, tanpa beban.

Tukul tidak malu dengan itu semua.

“Untuk kasih contoh masyarakat, orang harus kerja keras. Makanya kalau ada orang enak-enakan, saya nggak senang. Orang jangan enaknya saja, susah juga harus dinikmati.”

Kowiyah, saat dihubungi via telpon, mengaku keluarga di kampung bangga dengan kesuksesan Tukul.

“Senanglah, namanya anak sudah jadi artis, adik sudah jadi artis. Tukul sayang sama saudara, sayang bapak, kita minta bantuan ya dibantu,” cerita Kowiyah dengan logat Jawa medok.

“Saya mau diajak umroh, berangkatnya 10 hari sebelum bulan Juli,” lanjut Kowiyah, gembira.

Meski adiknya sudah ngetop, Kowiyah tak gengsi jualan baju, celana dan kaos bekas.

“Wong kebiasaan tuh, memang saya hobi, kalau disuruh duduk yo nggak enak,” katanya.

Sama seperti Kowiyah, Sutadi juga bersikap sama. Ia tak merasa harus risih menjadi tukang ojek.

“Kalau ngojek, saya tetap ngantri sesuai urutan,” cerita Sutadi, polos.

Menurut Sutadi, kakaknya itu orang yang tegas dalam hidup.

Di pinggir jalan depan rumah, Tukul membuat pangkalan ojek ‘Ojo Lali’.

“Ojo lali itu kan artinya jangan lupa, don’t forget, walaupun kamu di Jakarta harus ingat keluarga di kampung. Ketika berhasil, ingat waktu belum berhasil,” cerita Tukul.


Tak Ingin Pindah ke Pondok Indah


Begitu padatnya jadwal Tukul, sampai-sampai dia menawarkan kalau WI mau berkunjung ke rumahnya, datang saja pukul 06.30 pagi.

“Kalau jam setengah tujuh nggak datang, saya tinggal loh Mbak. Karena saya mau mengisi suara iklan Poldan Mig dan Ardiles.”

Tukul memang selalu menekankan disiplin waktu dalam bekerja. Alasan macet dan lain-lain hanyalah klise buatnya.

Maka Rabu pagi, 23/5, terlihatlah sebuah rumah petak yang di tahun 1999 masih menjadi rumah kontrakannya yang sering kali ia nunggak membayar sewa, kini telah melebar ke atas, kanan, kiri dan depan hingga berpetak-petak. Semuanya milik Tukul, beberapa pintu ia jadikan rumah kontrakan, dua pintu untuk base camp manajemennya.

Segera Tukul bicara dengan bahasa makanan. Duduk lesehan di salah satu rumahnya, pembantu Tukul menghidangkan teh manis hangat, mi rebus, krupuk dan gorengan.

“Ini halal, barokah, enak, ayo dimakan,” kata Tukul, ramah.

“Tamu cepat pulang kalau lapar dan ngantuk,” lanjutnya.


Tukul memiliki 18 karyawan.

“Jangan sebut karyawan lah, orang yang ikut di rumah ini, itu saja,” protes Tukul.

Kalau mau, bisa saja Tukul pindah rumah ke Pondok Indah, katakanlah tetanggaan sama Inul Daratista. Tapi Tukul memilih tetap tinggal di tengah perkampungan di Cipete, Jakarta Selatan.

“Saya senang sosialisasi sama tetangga. Hidup ya begini, ada motor lewat, anak kecil lari-lari, ada yang teriak-teriak, itu saya senang,” tutur Tukul, serius.

Jadi Motivator

Tukul tidak merasa gelisah, tapi…, “Ada orang yang menilai saya lagi booming ini, banyak yang datang ke sini. Artinya datang aneh-aneh, perempuan, laki-laki, muda, tua, orang jauh-jauh, ada yang minta sumbangan. Saya bilang, saya memberi sekian dengan tulus ikhlas, cuma yang membuat saya bertanya-tanya, ada yang menunggu lama-lama, mengharapkan saya sekian, secara psikologis saya merasa maksudnya apa. Kalau sekali-kali dan banget-banget, nggak apa-apa, kadang rekayasa-rekayasa, kesannya dimanfaatkan,” cerita Tukul.

Awalnya Tukul merasa terganggu.

“Setelah saya hadapi dengan pikiran positif, malah saya kasih santapan rohani, bukan siraman rohani. Kalau siraman kan kena matahari, kering. Kalau santapan, dimakan, masuk,” kata Tukul.

“Saya terangkan, di tempat saya ini untuk mendapat Rp 5000 – Rp 10.000 harus dengan kristalisasi keringat. Benar-benar mencarinya tuh menunggu-nunggu, adik saya masih ngojek, menunggu berjam-jam untuk dapat uang Rp 5000. Yang jaga rumah saya, sehari dapat Rp 20.000, sebulan Rp 600.000. Dia menunggu sehari untuk dapat Rp 20.000,” cerita Tukul.

Maksudnya, Tukul ingin menekankan pentingnya kerja keras, ketekunan, pantang menyerah dan tak kenal capek.

“Keinginan tuh harus dikejar dengan ketekunan,” ucapnya.

Tukul lebih senang jadi motivator.

“Membuat yang pesimis jadi optimis, yang tidak pede jadi pede, yang lemah jadi kuat.” (Siti Afifiyah)

Tukul VS SBY-JK

"Tak sobek-sobek mulutmu" teriak Tukul Arwana ke Christine Hakim, disusul kalimat yang jadi trade mark Tukul "puas... puas... puas...?!" Tukul-pun terus meroket semenjak menjadi host program Comedy Talk Show "Empat Mata". Memang talk show yang dibawakan Tukul ini sangat unik dan berbeda dengan talk show lainnya. Perancang acara ini membuat Empat Mata sebagai sebuah talk lupa berbagai kejutan-kejutan tidak hanya untuk penonton saja, namun juga untuk bintang tamu ataupun host.

Selain menawarkan informasi, Tukul juga menyajikan komedi yang segar. Dia memang seorang Commedian yang multitalent, dapat menghibur kita sampai terpingkal-pingkal dengan celotehan spontan yang segar.

Tukul Arwana, yang mengaku "wong ndeso" alias orang desa ini selalu memposisi kan dirinya sebagai orang yang jelek, bodoh dan kampungan. "Face country money city" begitu katanya berseloroh, yang kira-kira berarti wajah kampung rejeki kota.

Acara Tukul ini mulai ditayangkan Mei 2006 di TV7, sebelum berubah menjadi Trans 7. Saat itu TV7 melihat potensi Empat Mata semakin digemari pemirsa. Acara yang semula hanya sekali dalam seminggu ini, kemudian ditingkatkan menjadi seminggu 2 kali, naik lagi menjadi 4 kali, dan kini menjadi 5 kali seminggu, Senin sampai Jumat.

Fenomena Tukul ini agak-agak mirip dengan Inul, orang desa yang meroket dengan cepat. Semoga selanjutnya Tukul tidak bernasib sama seperti Inul, yang kini makin merosot populeritasnya.

Pada awalnya Tukul hanya dibayar Rp 3.5 juta per episode, kemudian seiring dengan ratingnya yang terus meroket, fee Tukul pun meningkat menjadi Rp 7 juta per episode. Tapi kini dengar-dengar Tukul menerima honor Rp 20 juta setiap kali muncul di Empat Mata, sedangkan jika kita ingin menanggap Tukul, kita harus rela mengeluarkan dana sekitar Rp 40 juta untuk 2 jam pertunjukkannya.

Bukan hanya itu saja, Tukul-pun dikontrak sebanyak 260 episode oleh Trans 7. Bisa dibayangkan pendapatan Tukul dari Empat Mata pun meroket menjadi Rp. 5.200.000.000,- belum termasuk acara-acara di luar itu, plus honor dari iklan-iklan yang makin banyak dibintanginya.

Tukul, yang lahir pada 16 Oktober 1963 tersebut bernama asli Riyanto. Berasal dari Semarang. Ketika tim TV 7 menghubunginya pertama kali, Tukul sempat kaget saat diminta sebagai pembawa acara talkshow, "Biasanya pembawa acara talkshow itu S3 atau S2, minimal S1, lha wong saya ini hanya SMA kok membawakan talkshow?" begitu kenangnya.

Namun tim TV7 yang saat itu dikomandani Apollo menyakinkan Tukul, bahwa justru begitulah "ramuan khusus" dari acara Empat Mata, yaitu tampil unik beda dari yang lain.

Ramuan khusus ini mengingatkan kita pada buku-buku seri "for dummies", seperti Finance for Dummies, Sex for Dummies dan lain sebagainya yang meledak penjualannya di seluruh dunia.

Populeritas SBY-JK

Lain Tukul lain juga SBY-JK. Kalau Tukul populeritasnya terus meroket, sebaliknya SBY-JK populeritasnya terus merosot.

Tiga tahun lalu saat dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden, popularitas SBY mencapai 80% dan Kalla 77%, namun sekarang makin merosot ke posisi 49,7%, sedangkan Jusuf Kalla tinggal 46,9%.

Ini menurut Lembaga Survei Indonesia, yang melakukan survei pada 17-24 Maret 2007 di 33 provinsi dengan responden 1.238 orang. Menurut Direktur Eksekutif LSI Syaiful Mujani situasi perekonomian yang makin memburuk merupakan penyebab utama anjloknya popularitas duet SBY-JK.

Popularitas di bawah 50% adalah situasi yang membahayakan, karena telah menembus ambang batas psikologis. Ini merupakan indikator bahwa kepuasan publik pada kinerja Presiden dan Wakil Presiden sangat rendah. Kurang dari 50% dari pemilih nasional yang merasa puas dengan kerja Presiden. Ini merupakan tingkat kepuasan publik terendah terhadap kerja Presiden SBY sejak dua setengah tahun lalu ia dilantik menjadi presiden.

Dibanding sekitar dua setengah tahun lalu (November 2004), kepuasan terhadap SBY menurun sekitar 30%, dan jika dibandingkan dengan Desember 2006, kepuasan publik pada SBY menurun sekitar 17%.

Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta supaya penurunan popularitasnya, dapat diambil hikmahnya untuk bekerja lebih baik.

Menurut Andi, hal yang paling penting adalah survei itu merupakan masukan bagi pemerintah untuk melihat apa saja yang harus dilakukan. "Apa yang bisa dipertajam, diperbaiki untuk bisa menjadi lebih baik dalam melindungi meningkatkan taraf hidup rakyat," katanya.

Lain halnya dengan Menkominfo Sofyan Djalil yang berpendapat anjloknya popularitas Presiden SBY dalam hasil survei LSI tidak mencerminkan hal yang penting. "Survei itu sangat kondisional. Itu tidak mencerminkan apa-apa," kata Sofyan. "Di AS saja hasil survei naik turun. Tidak masalah," ujarnya.

Pendapat mana yang lebih tepat, semuanya akan kembali kepada kita semua. Ya kita semua sebagai rakyatlah yang bisa merasakan apakah kita saat ini cukup puas dengan kinerja SBY-Kalla atau tidak.

Manajemen ekspektasi

Jika melihat hasil survey yang sangat tinggi saat SBY-JK dilantik, sebetulnya kita bisa melihat bahwa rakyat sebenarnya memiliki harapan yang sangat tinggi terhadap duet SBY-JK. Maklum pasangan ini merupakan hasil dari pemilihan langsung yang pertama terjadi di negeri ini.

Namun rupanya, harapan rakyat tersebut tidak kunjung terpuaskan dengan berbagai kinerja SBY-JK, yang faktanya bukan semakin baik, namun justru semakin buruk.

Nah, jadi apa yang kita bisa pelajari dari dua kasus di atas? Manajemen ekspektasi! Ya Tukul tidak pernah menjanjikan apa-apa, dia tampil bahkan dengan menonjolkan berbagai kelemahannya, baik pendidikannya, penampilannya, bahkan Tukul selalu mengingatkan kita bahwa ia hanyalah orang desa yang masuk tivi. "Keadaanku seperti kutu kupret." katanya mengelikan.

Sehingga publikpun tidak memiliki ekspektasi atau harapan apapun terhadap Tukul, dan menganggap Tukul adalah bagian dari publik. Publik pun menjadi kagum dan tercengang-cengang ketika Tukul dengan bantuan Note Booknya, ternyata bisa berpikir luar biasa dalam bahasa dan gaya yang sangat biasa.

Hal ini justru terjadi sebaliknya pada kasus SBY-JK, yang dari awal mulanya memang mau tidak mau harus tampil dengan berbagai janji yang super muluk. Penampilannya pun harus selalu klimis sempurna. Namun justru inilah yang menjadi bumerang, ekspektasi atau harapan publik yang sengaja dibuat melambung sangat tinggi ini tidak dapat dipenuhi. Wajarlah kalau kekecewaan publik pun makin menggunung, dan makin hari makin besar.

Dalam guraun rakyat sehari-haripun sering kita dengar orang-orang berseloroh, "SBY-JK membuat rakyat stress, Tukul membuat rakyat tertawa."

Manajemen ekspektasi adalah masalah strategis bagi kita semua, baik Presiden, Tukul, perusahaan, produk atau siapapun dan apapun yang memerlukan dukungan publik untuk bisa exist.

Sampai di sini apakah kita perlu mengangkat Tukul yang "katro" tapi menyenangkan itu menjadi presiden? Wah embuh lah, he..he..he.. nggak tahu.....lebih baik kita kembali ke....LAP TOP!



Bisnis Indonesia Minggu, 08-APR-2007

Bintangi 'OTOMATIS ROMANTIS', Tukul Tak Perlu Casting

Kapanlagi.com - Nama Tukul Arwana memang tak perlu diragukan lagi dalam bidang entertainment. Bahkan ia bisa dibilang mengalahkan beberapa selebriti lain seperti Tora Sudiro, Marsha Timothy, Wulan Guritno, Chintami Atmanegara, Dwi Sasono, Tarsan, dan Poppy Sovia. Ini dibuktikannya dengan terpilih membintangi OTOMATIS ROMANTIS tanpa melalui casting seperti bintang lainnya.

Film OTOMATIS ROMANTIS adalah debut sutradara Guntur Soeharjanto di layar lebar yang naskahnya ditulis Monty Tiwa. Dalam film ini Monty Tiwa juga bertindak sebagai produser bersama Monica Armi Soraya, perempuan yang selama ini lebih dikenal sebagai pemain sinetron dan asisten sutradara.


Monica mengatakan, dalam film perdana yang ditanganinya di bawah Insan Sinema Indonesia (ISI) Production ini, Tora dan Marsha terpilih melalui casting pemain bersama dengan bintang lainnya, tapi lain halnya dengan pemilik kumis lele, Tukul Arwana.


"Hanya Tukul Arwana saja yang terpilih tanpa melalui proses casting, sebab saya sudah mengincar komedian ini untuk bermain di film OTOMATIS ROMANTIS. Kesuksesan dia tentunya menjadi daya tarik sendiri yang menambah nilai jual film ini," katanya.


Berbicara mengenai film, Monty Tiwa mengatakan daya tarik film OTOMATIS ROMANTIS ini terletak pada ceritanya yang menghibur dan berisi pesan-pesan positif. Ia berharap film ini menjadi pembangkit munculnya film-film komedi segar berplot sederhana ala 80an seperti film RAMADHAN DAN RAMONA atau KEJARLAH AKU, KAU KUTANGKAP.


Film ini mulai diputar di bioskop pada 16 Januari dan akan mengadakan roadshow ke tujuh kota dalam waktu dekat bersama para pemainnya. (*/boo)

Di Mekkah, Tukul Ngaku Cover Boy

Kapanlagi.com - Bukan Tukul Arwana namanya kalau tidak bisa membuat ketawa orang-orang di sekitarnya. Bahkan saat beribadah di Tanah Suci, Tukul kerap menjadi pusat perhatian orang-orang yang mengenal dirinya. Bahkan tak sedikit jamaah yang meminta foto bersama dirinya.

"Waktu di sana, banyak yang minta foto, bahkan orang luar ada yang tanya, 'Who is that?' saya jawab, 'This is the best cover boy'," kelakar Tukul dengan logat Inggris saat ditemui usai mendarat di Bandar Udara Internasional, Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Rabu (26/12).


Tukul tidak berangkat sendiri saat menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Bersamanya, pria asal Semarang itu juga menghajikan Susiana, istrinya, seorang bibi, dan sahabat sekaligus guru spiritualnya, Gus Tanto.


Tukul mengaku banyak hikmah yang berhasil dia petik dari ibadah haji pertamanya itu. Tukul yang beberapa waktu lalu begitu fenomenal sebagai pembawa acara dengan bayaran selangit, merasa kecil di hadapan Ka'bah. "Cuma memakai pakaian Ihram. Rasanya nggak ada apa-apanya. Kesempatan yang baik untuk introspeksi diri," ujarnya.


Saat menjalankan ibadah, istri Tukul tengah hamil empat bulan. Kandungan Susiana, jelas Tukul, sama sekali tidak menghambat niat dia dan istrinya untuk beribadah. "Kalau ada yang bisa ditinggalkan, ganti dengan membayar dam (denda bagi para jamaah haji-red). Yang penting hati-hati saja," katanya.


Bagi Tukul, pengalaman yang paling menarik selama di sana adalah saat mengunjungi Gua Hira. "Nggak semua orang bisa sampai sana. Kalau niatnya nggak kuat bisa kecapaian duluan. Jalannya menanjak. Beruntung sekali saya bisa sampai di sana," katanya. (kpl/fia)

"Demam Tukul" Tak Akan Pengaruhi Kehidupan Sosial

"Demam Tukul" Tak Akan Pengaruhi Kehidupan Sosial

Yogyakarta (ANTARA News)- Seorang pakar sosial dan politik di Yogyakarta menilai 'demam Tukul' yang terjadi saat ini tidak akan mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat.

"Acara yang dibawakan oleh Tukul sebenarnya hanya sebuah hiburan yang dikomersialkan oleh pebisnis televisi," kata Prof Sunyoto Usman PhD, akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Senin.

Dunia hiburan seperti halnya acara `Empat Mata` memang dihadirkan untuk mengikuti selera pasar. Pasar sendiri menghendaki hiburan yang gampang dicerna, instan, dan tidak memerlukan interpretasi untuk mengetahui maksudnya.

Lawakan yang dilontarkan Tukul memang gampang dicerna, tidak seperti lawakan lain, misalnya 'Bagito` atau ludruk yang bagi pendengar umum perlu 'mikir' untuk mengetahui pesan yang akan disampaikan.

Mengomentari tentang aksi `mengolok-olok` yang menjadi ciri acara berdurasi satu setengah jam itu, ia mengatakan hal itu hanya merupakan cara untuk menghadirkan kesan lucu.

Ungkapan `Puas...puas!!!` yang dikeluarkan Tukul tiap selesai diolok-olok, bukan suatu ungkapan menghina. Dalam dunia lawak memang seperti itu, jika tampil dengan format kuartet, trio, atau duet biasanya salah satu akan dikorbankan untuk menjadi bahan olok-olokkan.

Dalam acara yang ditayangkan Trans7 ini, Tukul tampil bersama bintang tamu, sehingga yang menjadi bahan ejekan adalah bintag tamu atau dirinya sendiri.

Ditanya mengenai kontribusi lawakan Tukul bagi pendidikan, Sunyoto mengatakan tidak ada kontribusi signifikan terhadap pendidikan masyarakat, karena ini sekedar seni massal yang tujuannya menghibur semua lapisan.

"Lawakan semacam ini mudah dicerna dan akan membuat penonton tertawa sejenak," katanya.

Menurutnya, inilah bukti kehebatan para pemilik modal untuk mengeksploitasi sesuatu guna memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.

Ketenaran sosok Tukul ini merupakan sesuatu yang 'unpredictable', dari seseorang yang dianggap remeh menjadi seseorang yang terkenal. Suatu saat nanti masyarakat akan jenuh sendiri kemudian akan diganti sosok lain, katanya.

Tukul sendiri, kata dia, memiliki kekuatan melakukan dekonstruksi yang hebat, artinya bintang tamu yang identik dengan sesuatu yang `glamour`, cakep, dan `untouchable` dijadikannya sebagai seseorang yang biasa saja.

Sedangkan televisi sendiri memiliki kemampuan melakukan dekonstruksi pemirsa bahwa `host` tidak harus cakep dan pintar.

Ketika ditanya tentang fenomena `laptop tukul` dan `laptop DPR`, Sunyoto mengatakan bahwa anggota DPR hanya mencari alasan pembenaran saja dengan menjadikan Tukul sebagai stimulan untuk mendapatkan fasilitas laptop. (*)

Sumber : http://www.antara.co.id/arc/2007/3/26/demam-tukul-tak-akan-pengaruhi-kehidupan-sosial/

Thia LARANG TUKUL LES INGGRIS



Nama lengkap gadis berusia 23 tahun ini adalah Madhatillah. Gadis yang akrab disapa Thia ini adalah salah satu tim kreatif EM. Ia sudah bergabung dengan tim kreatif EM sejak awal acara ini ditayangkan. Kini, Thia menempati posisi sebagai Senior Creative EM. Namanya sering dipanggil Tukul tatkala mengalami kesulitan dengan draft pertanyaan untuk bintang tamu yang terpampang di layar laptop.

Tugas rutin Thia memang menyiapkan draft pertanyaan untuk memandu Tukul saat berhadapan dengan bintang tamu. Tugasnya tidak hanya itu. Jauh sebelum satu buah episode EM ditayangkan, Thia harus melakukan serangkaian tugas yang cukup panjang. Bersama dengan tiga rekannya, Thia bertugas menetapkan isi sebuah program acara. Ia harus menentukan konsep/ tema, rundown (susunan acara), dan talent (pengisi acara).

"Untungnya saya diberi kebebasan untuk memilih dan membeli majalah atau buku yang bisa dijadikan referensi untuk mengembangkan ide. Jadi, enggak pernah merasa kehabisan ide," papar Thia yang ditemui NOVA sesaat sebelum syuting EM, Rabu (18/4) lalu.

Selanjutnya, Thia harus memikirkan bintang tamu yang sesuai dengan tema yang akan diangkat. Untuk menentukan bintang tamu, Thia mengaku harus melakukan riset lebih dahulu. "Bintang tamu yang didatangkan biasanya akan dipilih yang bisa mendatangkan rating dan share tinggi dalam program acara," ujar Thia.

Selama syuting berjalan, Thia akan mengontrol jalannya acara agar sesuai dengan rundown dan script (naskah) yang telah dibuat tim kreatif. Thia juga membantu Tukul saat mengajukan pertanyaan pada bintang tamu. Dan, Thia menggunakan bantuan laptop untuk membuat daftar pertanyaan.





"Ketika saya membuat sebuah pertanyaan dengan memakai istilah tertentu dalam bahasa Inggris atau istilah yang asing bagi Mas Tukul, saya harus menuliskannya dalam bahasa eja/ bahasa baca yang sebenarnya. Kalau enggak, nanti pasti akan dibaca apa adanya oleh Mas Tukul," ungkap Thia seraya tersenyum.

Thia juga menceritakan, pernah suatu saat salah satu bintang tamu mengintip apa yang tertera di layar laptop. Tiba-tiba saja ia tertawa. "Saat itu saya mengetik kata last night dengan las nait," ujar Thia yang melakukan hal itu untuk memudahkan Tukul membaca istilah bahasa asing dengan benar.

Tim kreatif EM memang selalu berusaha agar acara ini selalu tampil segar dan tidak membosankan. Mereka harus berusaha keras menampilkan gimmick-gimmick yang seru. Harapannya, Tukul bisa membuat guyonan lebih segar serta muncul kelucuan yang tak terduga.


Nah, untuk menghidupkan suasana talk show, Thia sengaja menuliskan istilah-istilah yang sulit secara apa adanya. Sudah bisa ditebak, Tukul akan salah mengeja atau membaca istilah itu. Buntutnya gerr, penonton pun tertawa terbahak-bahak. Lucunya, Tukul langsung protes. "Thia, aku ini sudah bodoh, jadi tambah kelihatan bodoh," ujar Thia menirukan Tukul. Dan hal-hal tersebut ternyata menjadi selling point tersendiri untuk tayangan ini.

Gara-gara sering dikerjain oleh tim kreatifnya, Tukul sempat mengungkapkan keinginannya untuk les bahasa Inggris. "Saya malah mencegahnya untuk ikut les. Nanti acara jadi enggak seru lagi. Karena hal itulah acara ini jadi lebih hidup," papar Thia.

Nama Thia sebagai pembuat daftar pertanyaan di laptop, kerapkali disebut Tukul selama program ini ditayangkan. Tentu saja nama Thia semakin lekat di benak penonton setia EM. Thia pun mengaku senang. Rekan-rekan di kantornya kerap meniru memanggilnya dengan gaya Tukul. "Gayanya memang khas saat Mas Tukul manggil saya. Seperti manggil pembantu saja, deh. Teman-teman jadi sering ikutan tertawa saat mendengarnya," imbuhnya.

'OTOMATIS ROMANTIS' Disambut Antusias di Bandung

Kapanlagi.com - Para pelanggan setia Kartu As Telkomsel yang tergabung dalam komunitas 'Gen Asik' diberikan kesempatan untuk menjadi penonton pertama di Kota Bandung yang berkesempatan menikmati film OTOMATIS ROMANTIS garapan sutradara Guntur Suharyanto. Pemutaran film yang dibintangi Tora Sudiro, Tukul Arwana, Marsha Timothy, Wulan Guritno dan yang lainnya itu berlangsung di Studio Ciwalk-21, Kota Bandung, Minggu (20/1).

"Film ini menyuguhkan pola unik, ketika mereka saling berinteraksi dan berkomunikasi selalu muncul konflik yang tak terduga. Kadang lucu, tapi di lain waktu terdengar menggelitik," kata salah seorang mahasiswa dari 'Gen Asik' usai menyaksikan film debut Guntur Suharyanto itu.


Hampir selama 106 menit, para kawula muda 'Gen Asik' menikmati tayangan film yang dituntaskan dalam waktu 10 hari itu.


"Meski tidak mencetak rekor film dengan pembuatan tercepat, namun kami berharap isinya bisa memberikan pencerahan baru melalui kekuatan karakter peran Tora, Tukul, Marsha, Wulan, dan yang lainnya," kata sang sutradara.


Film itu, cocok untuk segmen kawula muda (anak-anak sekolah), selain menampilkan dialog dan adegan kocak juga menyuguhkan alur cerita yang cerdas sehingga memberi bobot tersendiri bagi film itu lebih dari sekedar tontonan humor.


"Film ini memiliki alur cerita yang terbagi dalam tiga plot besar, seperti yang biasa digunakan dalam film-film bergenre komedi romantis di Amerika," kata Guntur.


Ia juga menyebutkan keunikan dari tema OTOMATIS CINTA yang berbeda dengan film komedi romantis indonesia yang menggambarkan pria kaya dengan wanita miskin. "Pada OTOMATIS ROMANTIS ini justru bertutur pria miskin dengan wanita kaya dan mapan," jelasnya.


"Saya sadar, OTOMATIS ROMANTIS sama sekali bukan art movie yang penuh simbol, tapi menggunakan alur cerita yang mengalir sehingga menjadi tontonan yang menghibur dan bisa dinikmati dengan santai, tanpa harus banyak berpikir," tambah Guntur. (*/boo)

'Road Show' Film OTOMATIS ROMANTIS Disambut Antusias di Medan

Kapanlagi.com - Kegiatan roadshow film OTOMATIS ROMANTIS yang dilakukan khusus untuk para pemakai Kartu As Telkomsel yang tergabung dalam komunitas 'Gen Asik' pada Sabtu (26/1) bertempat di Sun Plaza, Medan, mendapat sambutan secara antusias oleh para penonton.

Sebelum dilakukan kegiatan temu fans, para undangan dari komunitas 'Gen Asik' diajak untuk menikmati pemutaran film OTOMATIS ROMANTIS untuk nonton bersama di Studio 21, sekitar pukul 10.00 Wib, dengan jumlah penonton sekitar 571 penonton, terbagi di tiga studio, dimana studio 1 sekitar 244 penonton, studio 2 sebanyak 195 penonton dan studio 3 132 penonton.


Dalam kegiatan roadshow film OTOMATIS ROMANTIS turut hadir Tukul Arwana, Dwi Sasono, Guntur Suharyanto, selaku sang sutradara film dan juga Monica selaku pihak Produser dari ISI.


Menurut Guntur Suharyanto, film OTOMATIS ROMANTIS ini sangat cocok untuk ditonton oleh kawula muda, karena di dalam film terdapat dialog dan adegan kocak juga menyuguhkan alur cerita yang memiliki benar-benar penuh romantis.


"Film ini sesuai dengan judulnya, dimana ditampilkan sebuah cerita yang penuh tawa, tetapi masih bersifat ke arah cinta juga," ungkap Guntur, saat temu pers bertempat di Warung Ubud, Sun Plaza, Medan.


Guntur juga menceritakan pihaknya cukup bangga dengan para pemain. "Untuk para pemain sendiri, saya cukup bangga karena walau pun memiliki jadwal padat, tetapi semua selalu hadir tepat waktu, seperti Tukul sendiri," tutur Guntur.


Di satu sisi Monica dari pihak ISI Production untuk film ini pihaknya tidak memiliki target terhadap jumlah penonton, termasuk total biaya produksi film.


"Kita tidak memiliki target, tetapi kiranya film ini dapat bertahan selamanya serta mendongkrak film Indonesia. Dan total biaya produksi semua terbantu berkat dukungan sponsor, dalam hal pihak Telkomsel sendiri," ungkap Monica.


Pihak Telkomsel sendiri dalam hal ini diwakili Ardi Afriady selaku Manager graPARI Medan yang didampinggi Henny Purweni selaku Humas Telkomsel, didukungnya film OTOMATIS ROMANTIS oleh pihak Telkomsel, karena pihaknya ingin mendukung perfilman nasional.


"Film OTOMATIS ROMANTIS yang didukung Telkomsel tidak terlepas dari wujud kepedulian pihak Telkomsel untuk mendukung perfilman nasional yang saat ini sudah mulai melihatkan peningkatan,dimana sebelumnya terlihat lesu," tutur Ardi.


Sekitar pukul 14:14 Wib bertempat di Foor Court Sun PLaza, Tukul Arwana dan Dwi Sasono menggelar jumpa fans.


Dalam kegiatan ini para anggota komunitas 'Gen Asik' dan para pengunjung yang hadir secara antusias mengajukan berbagai pertanyaan, seakan tak ingin membuat penonton kaku, Tukul pun melakukan aksinya dengan membuat aksi guyonan lucu yang membuat para pengunjung tertawa.


Hal ini juga dilakukan Tukul sebelumnya kepada para wartawan, saat temu pers. Dalam aksinya, Tukul juga melakukan 'cipika-cipiki' terhadap para fansnya yang membuat suasana menjadi riuh, ejekan pun kerap diberikan penonton kepada Tukul, kegiatan yang berlangsung sekitar dua jam ini diakhiri dengan foto bersama yang diperuntukan bagi pembeli merchandise. (romulo/bun)

Angka Empat pada 4 Mata


Apa sih emangnya yang bikin acara ini jadi heboh? Dibanding acara talkshow hiburan lain yang kesannya untuk kalangan eksklusif, Empat Mata cukup berani untuk tampil membumi. Topik yang diangkat ringan-ringan aja, dan bahasa yang dipakai juga cenderung merakyat (bahkan terkadang ndeso). Nama acaranya sendiri sedikit rancu, karena yang terlibat di acara ini tidak cuma empat mata saja, tapi bahkan bisa sampai 10 bahkan 12 mata. Whatever lah..
Tapi buat gue, angka empat itu sebenernya nunjukin empat tokoh yang bikin acara ini bisa sukses besar. Mereka itu :

1. Tukul

Makhluk satu ini gak bisa dipungkiri memang lokomotifnya acara ini. Gaya katro' & ndeso dengan bahasa Inggris belepotan justru jadi trade-mark humor acara ini. Tukul yang awalnya cuma jadi "peliharaan" Joshua di video-video klipnya, sekarang menjelma jadi salah satu host berpenghasilan terbesar di Indonesia.

2. Tim Kreatif (terutama orang yg sering dipanggil Tia)

Entah seperti apa tampang si Tia, yang jelas orang dibalik layar ini sepertinya punya andil penting untuk bikin Empat Mata tampil selalu segar. Sejauh ini, Tukul diplot cuma untuk ngebaca pertanyaan yg muncul di laptop andalannya, tapi ide pertanyaannya sendiri muncul dari sosok Tia ini. Penyediaan pernak-pernik aneh oleh tim kreatif juga sering ngebantu bikin acara ini tambah lucu.

3. Pepi

Merupakan sosok yang duduk di belakang gendang band pengiring. Selain menabuh gendang saat lagu, Pepi juga sering menabuh gendang perang dengan Tukul, terutama untuk urusan perang cela-celaan. Ke-ikhlasan Pepi untuk didandanin habis-habisan memakai kostum memalukan kayaknya patut dikasih salut tersendiri.

4. Ngatini alias Vega

Sosok waitress imut centil berpakaian ala Sailor Moon di acara ini, sering dipanggil Vega (atau versi Tukul, dipanggil Ngatini). Jujur aja, Empat Mata memang condong buat pemirsa cowok, dan untuk acara seperti ini, perlu ada satu tokoh cewek yang bisa sedikit menggoda mata laki-laki. Mungkin Vega gak sampe bikin penasaran seperti Jeng Iskhan, tapi gaya centil & suka nyeletuknya cukup sukses untuk bikin gemes penonton. Usilnya Vega terkadang cukup mencairkan suasana yang agak garing, terutama kalau Tukul kelihatan udah mulai kehabisan bahan banyolan.

Trus gimana dengan bintang tamu?

Untuk yang satu ini, entah sudah berapa ratus tokoh diundang di acara ini, mulai dari orang penting, artis, olahragawan, sampai rakyat biasa. Tapi yang paling sering tentunya cewek-cewek seksi yang harus mau dicipika-cipiki oleh Tukul di awal acara.

http://f1rm4n.multiply.com/journal/item/184

Tungkul Arwahna Artis Serba Bisa

Photo Nandang "Tungkul Arwahna" Bersama Marlia (istri) dan Putri (anaknya)

Siar, 2 Nov 2007,
Selain kepintaran memerankan tokoh artis terkenal Tukul Arwana, Nandang 38 Tahun pemenang ke 1 juara mirip tukul yang diadakan oleh TRANS-7 ternyata masih banyak keahlian lain yang bisa di mainkan diantaranya memainkan alat-alat musik tadisonal dari mulai gendang, calung, kacapi, rebab, dan alat-alat musik modern seperti gitar, drum dan lain-lain.

Selain keahlian dalam memainkan alat musik, juga dia sekarang sengan mendalami seni peran dan memperdalam seni suara atau oleh vocal. “Saya bersama istri mencoba memperdalam olah vocal, setiap hari kami coba untuk latihan nyanyi untuk menambah pembendaharan lagu dalam persiapan penampilan di TPI dalam Dangdut Mania TPI” tuturnya.

Marlina, sang istri dari Nandang alias Tungkul Arwahna pun mengaku bahwa belakang ini dia di sibuk mempersiapkan untuk penampilannnya di TPI “Kami berharap semua masyrakat Jawa Barat dapat mendukung dan mendoakan kami agar kami bisa membawa nama baik Jawa Barat” jelasnya

Darah seni yang mengalir di tubuh Tungkul Arwahna dan Marlina tersirat dalam gerak gerik anaknya yang baru berusia 2,5 tahun. Putri anak itu di panggilnya, yang senang bernyanyi dan bergoyang ketika mendengan musik, sudah pasti tangan dan pinggulnya meliak liuk bagai penari dengan mulut mengikuti lantunan penyanyinya. “Anak kami ini cukup hapal dengan lagu-lagu yang ibunya bawakan, ketika ibunya sedang berlatih dia suka mengikutinya sampai hal-hal berdandan, atau pakai kosmetik pun dia mengikutinya” jelas Nandang.

Cita-cita Nandang kalau memang dunia seni dan acting yang nanti dipilih menjadi jalan hidup bagi anaknya, dia akan sangat mendukung dengan seoptimal mungkin, dan hal ini yang dilakukan sekarang ini pun salah satunya untuk masa depan putrinya yang di cintai.

Pri_PASS FM melaporkan untuk SIAR



kontributor : [PASS FM] - editor [Yerry Niko]

[Cape Deh] Apa Maksudnya Kembali Ke Laptop???

“Demikian Bapak-bapak Ibu-ibu, mari kita kembali ke lapppptopppp!!!” demikian ujar sang presenter, yang pensiunan dosen dari universitas yang dipakai latar di sinetron Jomblo dalam pertemuan briefing proyek yang saya kelola Selasa (3 Maret 2007) sore.

“Sebentar dulu Pak, apa yang Bapak maksud dengan kembali ke laptop barusan?”, tiba-tiba salah seorang peserta, yang propesor senior dari kota kembang, dengan wajah super duper seurieusss.com menyela presentasi ilmiah tentang calon lokasi pilot proyek kami di Karesidenan Cirebon itu.

Halah gubrakz!

Hareeee geneee ada yang ga tau idiom khas komedian sejati Rey... Rey... Reynaldi a.k.a Tukul Arwana yang sedemikian populernya sampai-sampai pernah diucap seorang pejabat tinggi negara dalam sebuah jumpa pers itu??? (baca selengkapnya di sini).

Mane aja Boss???

Perlu diterangkan tak???

*di sebelah sang propesor, saya lihat wajah bu sekretaris menahan senyum kecut dan saya yakin dalam hatinya berucap: Cape deeeeeh…*

gambar dipinjam dari Mas Tukul langsung nih, meski ga pake ijin dulu *itung2 promo gratis tho Kang*

©ciput 2007 all rights reserved.
http://ciput.multiply.com/journal/item/382?mark_read=ciput:journal:382&replies_read=13

Tukul Arwana Bintangi Iklan Pilgub Jateng 2008

Kapanlagi.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah memutuskan untuk merangkul pelawak Tukul Arwana untuk menjadi bintang iklan yang mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Gubernur Jateng 2008.
Anggota KPU Jateng Ida Budhiati di Semarang, Kamis (31/1) mengatakan, pemilik nama asli Riyanto kelahiran Semarang itu dipilih untuk memerangi golput pada Pilgub Jateng yang digelar 22 Juni 2008 karena dia familiar dan amat populer.

Popularitas Tukul itulah yang diharapkan menjadi daya tarik banyak orang agar mau menggunakan hak pilihnya dalam pilgub. "Materi iklan untuk tayangan di televisi lokal itu masih proses pembuatan," kata Ida.

KPU Jateng memang mengerahkan segala daya, agar partisipasi pemilih dalam pilgub nantinya cukup tinggi, sebab ada gejala meningkatnya jumlah golput di sejumlah daerah yang menggelar pemilihan bupati dan wali kota.

Karena itu, meskipun biaya mengontrak Tukul Arwana lumayan tinggi, sekitar Rp30 juta, KPU Jateng tetap memilih Tukul untuk memerangi golput pada pilgub mendatang. Anggaran untuk membayar presenter Empat Mata ini diambilkan dari pos sosialisasi pilgub.

Menurut rencana, tayangan iklan layanan masyarakat yang dibintangi Tukul itu bakal disiarkan stasiun televisi lokal yang ada di Jateng. Namun Ida belum bisa menyebutkan, berapa lama durasi tayangan tersebut.

KPU Jateng optimistis, semua langkah yang dilakukan, termasuk menggandeng Tukul, pilgub Jateng yang akan diikuti sekitar 26 juta pemilih itu bakal sukses.